Monday, April 21, 2014
Banner
Gaya Hidup Entertaiment 7 Langkah Ampuh Susun Marketing Plan
Banner
7 Langkah Ampuh Susun Marketing Plan Print

Salah satu alat ampuh dalam bisnis apapun adalah rencana pemasaran (marketing plan) yang telah disusun. Biasanya rencana pemasaran ini menjadi bagian penting dari sebuah business plan perusahaan.

Tentunya rencana pemasaran yang dimaksud di sini bukanlah naskah teoritik yang biasa dibahas di kampus. Rencana pemasaran bagi sebuah bisnis itu jangan panjang-panjang. Sederhana saja, kalau bisa tidak lebih dari selembar.

Dari lembar rencana pemasaran itu seharusnya terjawab hal-hal berikut ini: siapa/apa perusahaan Anda, apa yang dikerjakan perusahaan, siapa yang membutuhkan produk atau jasa perusahaan, lantas bagaimana Anda menarik perhatian pihak-pihak yang butuh ini. Naskah rencana pemasaran ini ibarat perpaduan antara perencanaan dan rencana aksi.

 

Untuk menyusun rencana pemasaran macam itu ada tujuh langkah yang dapat ditempuh seperti disarankan John Jantsch, seorang marketing coach, di majalah Entrepreneur edisi Maret 2009 lalu:

Langkah 1:
Persempit fokus pasar

Coba gambarkan siapa customer atau calon pelanggan/pembeli di bisnis Anda. Deskripsi itu kalau bisa sesempit dan serinci mungkin. Macam kalau Anda tengah menggambarkan seseorang yang layak diprospek.

Langkah 2:
Positioning-kan bisnis

Pastikan, apa yang (bisnis) Anda dapat lakukan dengan baik? Apa pula yang diinginkan oleh pasar sasaran Anda? Kekuatan (bisnis) Anda boleh jadi dalam hal memenuhi needs sebuah ceruk pasar (niche market) yang sangat spesifik. Atau, dalam mengemas produk sehingga memuaskan kebutuhan kalangan tertentu.Jika Anda tidak tahu apa kekuatan atau keunggulan bisnis Anda, hubungi tiga atau empat klien atau pelanggan dan tanya mereka mengapa mereka membeli dari perusahaan Anda. Setelah mengetahui kekuatan/keunggulan (bisnis) Anda itu, rumuskan sebuah marketing message (pesan pemasaran) yang memungkinkan (bisnis) Anda membedakan diri dengan pesaing-pesaing yang ada di bidang yang sama.

Langkah 3:
Buat alat pemasaran edukatif

Buat materi-materi pemasaran Anda – termasuk situs web perusahaan – agar fokus pada aspek pendidikan. Maksudnya, mendidik “target market” tentang seluk beluk produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan Anda. Termasuk (tentu!) kekuatan-kekuatannya serta kelebihannya dibanding produk/jasa serupa.

Langkah 4:
Kondisikan pasar

Pastikan segenap sarana pemasaran Anda, terutama iklan-iklan produk/jasa, bertujuan membangun kalangan “prospek”, bukan “pembeli”. Anda harus mendidik pasar terlebih dulu sebelum Anda menjual ke pembeli di pasar itu. Pasar perlu diberitahu bagaimana perusahaan Anda akan memberi nilai lebih kepada pembeli. Pemberitahuannya dengan cara sedemikian rupa sehingga pasar rela membayar “lebih” (premium) untuk mendapat produk/jasa yang ditawarkan perusahaan Anda.

Untuk itu, Anda jelas tidak bisa memakai iklan-iklan yang “ecek-ecek”. Iklan-iklan (perusahaan) Anda harus bisa memancing para pemirsa guna bertanya lebih lanjut tentang produk/jasa yang diiklankan itu. Jika itu sudah terjadi, barulah Anda boleh menjual ke pasar. Sementara itu pikirkan aneka cara lain agar bisa menyampaikan pesan pemasaran perusahaan (sarat unsur mendidik) ke para pemirsa yang menjadi sasaran pemasaran Anda.

Langkah 5:
Usahakan diliput media

Susun daftar para wartawan berbagai media yang meliput industri atau bidang usaha yang digeluti bisnis Anda. Jalin hubungan dengan mereka, kalau bisa secara personal, misalnya dengan menjadi narasumber handal tentang industri Anda. Bisa juga Anda menyiapkan hal-hal apa saja yang bisa dipromosikan dalam setahun, baik produk/jasa, peluncurannya, atau berbagai event terkait dengan produk/jasa tadi.

Langkah 6:
Bangun jaringan rujukan

Semua pelanggan (bisnis) Anda sebenarnya berpotensi menjadi sumber informasi rujukan bagi datangnya bisnis baru. Kalau mereka puas dengan layanan perusahaan Anda, sangat mungkin mereka akan merekomendasi Anda ke kenalan dan relasi mereka. Tindakan ini ibarat membangun “mesin pemasaran” yang mengandalkan jaringan rujukan untuk terus berkembang. Untuk itu perlu dilakukan pemetaan seluruh kontak dan relasi perusahaan. Selanjutnya, kembangkan proses kerja yang mengacu kepada peta jaringan pelanggan dan relasi perusahaan tadi.

Langkah 7:
Selalu mengacu jadwal

Setelah melakukan langkah satu hingga enam Anda harus memikirkan dan menentukan apa saja yang harus dilakukan agar butir satu hingga enam tadi bisa di-“aksi”-kan. Jangan sampai penyusunan langkah-langkah itu hanya menjadi latihan tulis-menulis belaka. Buat kalender pemasaran tahunan yang merinci tindakan-tindakan apa yang perlu diambil tiap bulan, minggu, hingga hari. Kiranya kumpulan langkah harian itu secara kumulatif bakal mampu menggerak-kan rencana pemasaran Anda.  (WI)

 
Banner

Klik: Channel Para Pebisnis

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Bose Memperkenalkan Wifi SoundTouch

article thumbnail

Jakarta,- Produsen audio ternama, Bose memperkenalkan sistem musik lewat jaringan wifi yan [ ... ]


Advan Luncurkan Hammer

article thumbnail

Kini Advan mempunyai saudara baru yaitu ponsel merk hammer, Dengan harga yang cukup terjan [ ... ]


Banner
Banner