Monday, April 21, 2014
Banner
Gaya Hidup Entertaiment KRISNA, Rajanya Oleh-Oleh Khas Bali
Banner
KRISNA, Rajanya Oleh-Oleh Khas Bali Print

Perkembangan sentra oleh-oleh khas Bali di Pulau Dewata itu kini bagai jamur di musim hujan. Salah satunya adalah “Krisna Oleh-oleh Khas Bali” milik I Gusti Ngurah Anom.

Krisna merupakan toko oleh-oleh khas di Bali seperti halnya Joger atau beberapa outlet lainnya yang meramaikan pariwisata di Pulau Dewata. Rata-rata kunjungan tamu per hari bisa mencapai lima ribu orang.

 

Bahkan, saat liburan panjang atau akhir pekan bisa sampai sepuluh ribu orang. Boleh dibilang usaha yang dikelola I Gusti Ngurah Anom, akrab dipanggil Pak Cok ini, merajai toko pusat oleh-oleh di Bali.

Selain dipanggil Pak Cok ia juga biasa disapa Ajik. Saat ini ada empat “Krisna Oleh-oleh Khas Bali” yang tersebar di Bali, yakni di: Jl. Nusa Indah No.77 dan Jl. Nusa Kambangan 160A, keduanya di Denpasar; Jl. Sunset Road No.99 di Kuta dan di Jl. Raya Tuban  di dekat Ngurah Rai Airport.

Dari keempat toko tersebut yang paling besar dan luas adalah yang di Sunset Road, Kuta. Pusat oleh-oleh ini berdiri 2009 di atas lahan 14.000 meter persegi. Outlet ini merupakan pengembangan dari dua lokasi sebelumnya. Krisna di Jl. Nusa Indah berdiri pada 2007 dan yang di Jl. Nusa Kambangan berdiri 2008. Adapun Krisna yang di Jl. Raya Tuban berdiri 1 November 2010.

Pusat oleh-oleh yang diklaim terbesar di Bali ini menjual aneka oleh-oleh khas Bali mulai makanan khas Bali seperti kacang Bali, kacang matahari, aneka kue, baju kaos khas Bali, sarung Bali, sandal, dan berbagai pernak-pernik khas Bali lainnya. Selain itu tersedia lukisan, perak, patung, dan berbagai suvenir khas Bali.

Semua cenderamata yang dijual di “supermarket” oleh-oleh khas Bali ini ditawarkan dengan harga terjangkau. Adapun moto Krisna Ngapain Mahal Kalau Bisa Murah terus berkembang dan semakin populer. Ke depan, kata Cok, Krisna akan mengembangkan pula pusat kuliner dan camilan nusantara. Juga akan ada Krisna Galeri yang khusus menjual aneka karya seni, termasuk lukisan dan patung-patung.

"Kelebihan Krisna dibanding pusat oleh-oleh lain di Bali, antara lain: parkir sangat luas, ruang belanja ber-AC, ruang tunggu nyaman, hingga food court dengan menu lengkap. Dan, yang pasti, harganya jauh lebih murah,” ujar Pak Cok berpromosi. Barang-barang yang dijual di Krisna sebagian besar produksi pengrajin kecil asal Bali. "Barang-barang di sini dibuat ratusan pengrajin binaan kami dari seluruh kabupaten di Bali. Kami berharap para pengrajin dapat memasarkan hasil produknya secara kontinu. Jadi ada hubungan saling menguntungkan antara Krisna dengan para pengrajin,” jelas pebisnis muda yang ramah ini.

Tidak Tamat SMA
Sukses yang diraih I Gusti Ngurah Anom tidak datang begitu saja. Pria kelahiran di Buleleng, Bali, 5 Maret 1971 dari pasangan petani Gusti Made Raka dan Gusti Made Taman ini sejak kecil merasakan hidup kekurangan. Meski kemauannya untuk belajar tinggi, bungsu dari tujuh bersaudara ini tak menamatkan bangku Sekolah Menengah Atas (SMA).

Suami dari Ketut Mastrining ini sejak kecil dikenal sebagai anak nakal dan usil, selalu berontak atas kondisi yang dihadapinya. Dia marah karena tak menyelesaikan sekolahnya di SMA. "Karena marah dan kecewa waktu itu saya kabur dari rumah. Saya nekat kabur tanpa membawa uang sepeser pun dan berpakaian seadanya,” ceritanya pada eksekutif belum lama ini di ruang kerjanya.

Karena tidak membawa uang sepeser pun, Cok menumpang pada supir truk yang hendak menuju Denpasar. Dia turun di daerah Ubung dan berjalan tak menentu arahnya. “Setelah turun di Ubung saya mencari sungai untuk minum dan membersihkan badan. Kemudian saya berjalan menyusuri sungai. Pertimbangannya, di sepanjang sungai saya tak akan kesulitan mencari air minum atau makanan,” paparnya.

Setelah berjalan kaki selama beberapa hari, Cok akhirnya tiba di sebuah hotel di kawasan Sanur. Di sana Cok bertahan hidup dengan menjadi tukang cuci mobil tamu hotel. Pekerjaan ini dilakoninya selama dua tahun. “Saya tinggal dan tidur di pos satpam hotel. Meski jadi tukang cuci mobil, penghasilannya lumayan. Saya merasa sudah sukses dan kaya waktu itu karena punya banyak uang dari mencuci mobil tamu hotel,” ungkap Cok tentang masa lalunya yang keras.

Setelah dijalani selama dua tahun, pekerjaan mencuci mobil akhirnya dihentikan. Ia menderita penyakit reumatik karena setiap hari kedinginan terkena air. Akhirnya Cok bekerja di perusahaan konveksi milik pamannya di Denpasar. Di tempat ini dia mulai belajar menjahit pakaian dan mempelajari seluk beluk usaha konveksi.

Selanjutnya Cok bekerja di konveksi milik seorang pengusaha sukses. Di sini dia menjadi orang kepercayaan karena sifatnya yang rajin dan suka bekerja keras. Setelah menjadi karyawan di konveksi tersebut selama beberapa tahun, Cok memberanikan diri membuka usaha konveksi sendiri, dengan modal awal Rp 30 juta.

Pada 2001, usaha yang diberi nama Cok Konveksi berkembang pesat menjadi salah satu usaha konveksi terbesar di Bali. Enam tahun kemudian Cok memperluas jenis usahanya dengan membuka pusat oleh-oleh khas Bali yang diberi nama “Krisna Oleh-oleh Khas Bali”. Usaha itu pun kini sudah berkembang dengan omzet hingga miliran rupiah per bulan untuk masing-masing toko.

Untuk bisa meraih sukses seperti saat ini, Gusti Ngurah Anom mengaku dia harus jujur, bekerja keras dengan turun langsung mengawasi roda usahanya, dan mempunyai strategi bisnis yang variatif. "Tiap hari saya tidur hanya tiga jam. Paling lama empat jam. Sisanya saya gunakan untuk bekerja mengawasi usaha konveksi dan pusat oleh-oleh ini,” ujar Cok seraya mengaku dirinya memang pribadi yang suka bekerja.

Pria yang telah dikarunia empat putra ini membuktikan pendidikan bukanlah satu-satunya cara untuk meraih sukses. Meski hanya sekolah “S-2” (maksudnya SD dan SMP) namun Cok membuktikan, dengan keberanian, ketekunan, dan tekad kuat, seseorang bisa sukses. Kini Cok bisa mempekerjakan 950 karyawan dan menjadi sarana pemasaran untuk para pengrajin dan UKM di Bali. Sanggup menghidupi segitu banyak orang, bahkan hingga ribuan jumlahnya, tak disangkal definisi sukses yang relevan buat masyarakat kita kini.
Nurul L. Irfan

 
Banner

Klik: Channel Para Pebisnis

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Bose Memperkenalkan Wifi SoundTouch

article thumbnail

Jakarta,- Produsen audio ternama, Bose memperkenalkan sistem musik lewat jaringan wifi yan [ ... ]


Advan Luncurkan Hammer

article thumbnail

Kini Advan mempunyai saudara baru yaitu ponsel merk hammer, Dengan harga yang cukup terjan [ ... ]


Banner
Banner