Monday, April 21, 2014
Banner
Gaya Hidup Entertaiment Kereta Barang Kian Prospektif
Banner
Kereta Barang Kian Prospektif Print

PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus bertekad mengembangkan layanan kereta api (KA) barang untuk angkutan berbagai komoditi. Upaya ini diharapkan bisa mendukung daya saing sistem angkutan logistik nasional, apalagi moda kereta api memiliki keunggulan tersendiri dibanding angkutan transportasi lain.

Program revitalisasi angkutan kereta api yang dilakukan Direktur Utama PT KAI, Ignasius Jonan, kian menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

 

Tak hanya untuk layanan penumpang, namun juga angkutan kereta barang. Tahap demi tahap, perbaikan sistem layanan pengoperasian kereta api barang di beberapa rute, menunjukkan performa dan kinerja yang makin baik. Hal ini bisa dilihat dari  data angkutan barang maupu  pendapatan dari layanan ini yang terus meningkat.

Misalnya  angkutan batubara yang selama ini menjadi salah satu primadona angkutan kereta barang, dari tahun ke tahun kontribusinya terus meningkat. Tahun 2011 lalu, tercatat volume batubara yang diangkut mencapai 12.011.398 ton dengan nilai pendapatan mencapai Rp 1,5 triliun lebih, terutama dari wilayah Sumatera Selatan.
“Dari segi volume, potensi angkutan batubara ini memang masih sangat besar, bahkan armada kita sampai kewalahan.

Karena itu kita juga fokus untuk mengembangkan layanan ini.Tahun ini kita targetkan volume bartubara bisa naik menjadi sekitar 13 juta ton,” ujar Hendy Hendratno Adji, Executive Vice President (EVP) Pemasaran dan Penjulan Angkutan Barang, PT KAI kepada Eksekutif, di Jakarta, baru-baru ini.

Selain di Sumatera,  KA batubara di Jawa juga terus meningkat permintaannya. Terutama KA Batubara Cigading-Bekasi yang merupakan penerusan angkutan batubara dari Sumatera Selatan dan Kalimantan yang diseberangkan dengan kapal ke Cigading, Banten.

Selanjutnya, dari Cigading muatan tersebut diangkut dengan kereta api ke Stasiun Bekasi, Jawa Barat untuk mensuplai kebutuhan pabrik, terutama industri semen. Karena itu untuk mengantisipasi boming angkutan batubara ini, PT KAI juga melakukan investasi besar-besaran untuk pengadaan lokomotif dan gerbong, dan sarana pra sarana penunjang. Seperti membangun double track di jalur Tanjungenimbaru-Prabumulih, menambah stasiun baru, peningkatkan kapasitas lintas/frekuensi KA, Dipo perawatan gerbong, serta penambahan sumber daya manusia (SDM).

“Khusus untuk Sumatera, kita akan investasi untuk menambah 50 lokomotif dan 1.200 gerbong, terutama untuk mengantisipasi lonjakan batubara. Sebagian sudah datang, dimana untuk gerbong sudah ada 600 unit dan ditargetkan terkirim semua hingga 2014,” ujarnya.

Tentu tak hanya batubara, namun juga komoditi lain. Bahkan untuk  angkutan barang telah disegmentasikan berdasarkan jenis komoditinya. Selain batubara, antara lain angkutan bahan bakar minyak (BBM), container (peti kemas), kiriman paket parcel, semen, crude palm oil (CPO), angkutan baja, serta komoditi lainnya. Dalam hal ini, perusahan juga melakukan investasi multiyears untuk menambah lokomotif, gerbong, dan sarana pra sarana penunjang.

Khusus di Jawa, PT KAI akan menambah 100 lokomotif yang dipesan dari General Electric (GE) –Amerika Serikat. Di samping itu, akan dilakukan penambahan 1.200 gerbong untuk kereta peti kemas yang dibangun oleh PT Industri Kerata Api (Inka), di mana 500 di antaranya telah diserahkan ke PT KAI. Penambahan KA peti kemas, di antaranya untuk memperkuat layanan di lintas utara, yakni Tanjung Priok Jakarta ke Kalimas, Surabaya, maupun sebaliknya. Selain itu, juga pengembangan layanan lintas lain, seperti KA peti kemas untuk melayani Cikarang Dry Port (CDP)-Waru/Kalimas Surabaya atau ke Tanjung Priok, Jakarta. KA peti kemas lintas selatan Solo Jebres, serta KA peti kemas Gedebage (Bandung)- Pasoso (Tanjung Priok) Jakarta. Selain peti kemas, angkutan yang selama ini potensial juga KA Baja Cilegon-Pasar Turi, KA Parcel Jakarta-Surabaya, angkutan CPO di Sumatera Utara, dan berbagai komoditi lainnya. Untuk berbagai kebutuhan pengangkutan barang, PT KAI menyediakan jenis gerbong yang sesuai. Di antaranya dengan bekerjasama PT INKA untuk melakukan modifikasi kereta guna memenuhi spesifikasi teknis jenis angkutan barang tertentu.

Potensial

Tak dapat dipungkiri, angkutan kereta api memiliki keunggulan tersendiri dibanding moda transportasi lainnya. Di Pulau Jawa kereta api telah lama menjadi andalan masyarakat sebagai angkutan massal. Apalagi hampir seluruh kota besar di pulau Jawa dilalui lintasan rel kereta api. Sehingga layanan  penumpang maupun pengiriman barang dapat dilakukan hingga ke daerah pelosok. Sebab PT KAI juga telah membentuk anak perusahaan tersendiri yang menangani fasilitas loading dan unloading (bongkar muat), sistem pergudangan, hingga pengiriman barang ke pelanggan, sehingga bisa dilakukan secara aman dan tepat waktu.

“Ke depan potensi layanan angkutan barang ini akan makin besar, itulah makanya untuk mendukung lini usaha ini, dibentuk PT KA Logistik yang merupakan anak perusahaan PT KAI yang khusus menangani jasa logistik angkutan barang, pengiriman dan  layanan lain terkait,” ujar Hendy Hendratno Adji.

Dalam rangka mendukung sistem layanan kelogistikan untuk berbagai komoditi, PT KA Logistik juga menyediakan fasilitas dan layanan tambahan di beberapa stasiun atau terminal angkutan barang, baik di pulau Jawa dan Sumatera. Beberapa di antaranya, berupa warehousing (pergudangan) untuk layanan penyimpanan, alat bongkar muat, kantor ekspeditur, container yard, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Ditambahkan, keunggulan angkutan KA barang untuk transportasi jarak jauh adalah pelayanan ke pelanggan dapat lebih maksimal, terutama dari sisi waktu, keamanan dan keselamatan. Karena itu, pihaknya terus berupaya menjajaki kerja sama dengan kalangan industri, seperti Pertamina untuk angkutan BBM, Semen Holcim, Semen Tiga Roda, baik untuk suplai angkutan batubara maupun pengiriman produk mereka di berbagai daerah. Saat PT KA antara lain telah bekerja sama dengan PT Semen Baturaja, Holcim, dan Tiga Roda. Kerja sama dengan PT Semen Baturaja untuk mengangkut batubara dari Tanjungenimbaru ke Tigagajah untuk pasokan bahan bakar bagi industri semen tersebut.

Sedangkan dengan Semen Holcim yakni untuk mengangkut semen dari Cilacap ke Cirebon, bahkan akan diperluas hingga ke Yogyakarta dan Solo. Sedangan dengan Semen Tiga Roda untuk mengangkut semen dari Cirebon ke Purwokerto, dan rencana ke Solo Jebres. Di samping itu, juga rencana di wilayah Banyuwangi untuk diangkut ke Probolinggo dan daerah sekitarnya.

Ia menilai, optimalisasi angkutan barang dengan KA ini sangat tepat dan berpotensi menyeimbangkan arus transportasi yang selama ini terpusat di jalan raya hingga menimbulkan kemacetan. Mengurangi kemacetan lalulintas di jalan raya ini perlu dilakukan karena tlah menghambat suply barang dari pabrik ke pasar/konsumen, baik  dalam negeri maupun ekspor (luar negeri). “Kereta api mampu memobilisasi angkutan barang dalam jumlah besar sehingga dapat mengurangi beban jalan raya yang kian padat dan bisa mengurangi risiko kerusakan yang biaya perawatanya terus meningkat setiap tahun. Di samping itu, kereta juga hemat energi dan bisa menekan polusi udara. Karena itu pengembangan KA barang perlu didukung semua pihak,” tandasnya. (ACH)

 
Banner

Klik: Channel Para Pebisnis

Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Bose Memperkenalkan Wifi SoundTouch

article thumbnail

Jakarta,- Produsen audio ternama, Bose memperkenalkan sistem musik lewat jaringan wifi yan [ ... ]


Advan Luncurkan Hammer

article thumbnail

Kini Advan mempunyai saudara baru yaitu ponsel merk hammer, Dengan harga yang cukup terjan [ ... ]


Banner
Banner